Mungkin ada yang berpikir gimana caranya memberikan limit user Lease DHCP secara otomatis. Nah, saat ini Mikrotik sudah memberikan jawabannya dengan fitur Lease Script. Yaitu fitur script yang dapat disematkan pada jendela DHCP Server, berikut penjelasan singkatnya.

Terdapat beberapa variabel pada lever global yang dapat kita gunakan untuk menunjang script yang akan kita buat yaitu :

  • $leaseBound
  • $leaseServerName
  • $leaseActMAC
  • $leaseActIP

Untuk sedikit informasi, berikut penjelasan mengenai variabel diatas:

$leaseBound akan memiliki value “1” jika DHCP server sudah memberikan IP kepada client, dan tentunya akan value akan berubah menjadi “0” jika IP sudah dilepaskan. Ini akan sangat berguna untuk mendeteksi aktif tidaknya client.

$leaseServerName memiliki value berupa nama DHCP Server yang terkoneksi dengan client.

$leaseActMAC memiliki value berupa mac address dari client yang menerima ip dari DHCP server.

$leaseActIP memiliki value berupa IP address dari client yang menerima ip dari DHCP server.

Dengan variabel-variabel diatas tentu kita dapat membuat berbagai script sesuai dengan kebutuhan, sebagai contoh kali ini akan dicoba mengemplemantasikannya untuk membuat simple queue otomatis, yang mana nantinya setiap client yang mendapatkan ip dari DHCP server maka akan dibuatkan simple queuenya secara otomatis.

Sebagai studi kasus, misalnya user menginginkan semua client dibuatkan simple queue otomatis, namun ada beberapa client dengan mac address tertentu memiliki jumlah limit yang berbeda tetapi masih pada parent yang sama.

Dari studi kasus diatas maka harus kita tentukan dulu besarnya limit client sesuai dengan permintaan, lalu tentukan mac address client mana saja yang “dikhususkan” limitnya, kita ambil contoh saja :

  • Limit client umum upload 2Mbps dan Download 3Mbps
  • Limit client khusus upload 3Mbps dan Download 5Mbps
  • Contoh Mac Address client khusus “C4:2A:FE:60:74:64” dan “C4:2A:FE:55:94:03”;
  • Parent menggunakan parrent yang sama.

Sebagai catatan script yang akan dibuat disini hanya sebagai contoh, jadi jika dikira masih kurang dapat dilengkapi sendiri.

Pertama yang akan kita buat adalah parent dari simple queue yang akan kita buat, sebagai contoh kita beri nama  “TOTAL” dengan limit upload 20Mbps dan Download 20Mbps, kita tambahkan secara manual di simple queue.

Kemudian kita tambahkan script berikut pada Lease Script yang ada pada DHCP server yang tentunya sudah kita buat.

:local client1 "C4:2A:FE:60:74:64";
:local client2 "C4:2A:FE:55:94:03";
:local queName "Client-$leaseActMAC";
:local queParent "TOTAL";

:if (($leaseActMAC = $client1) or ($leaseActMAC = $client2)) do={
/queue simple add name=$queName target=($leaseActIP."/32") max-limit=3M/5M parent=$queParent;
} else={
:if ($leaseBound = "1") do={
/queue simple add name=$queName target=($leaseActIP."/32") max-limit=2M/3M parent=$queParent;
} else={ /que simple remove $queName;}
}

 

Script diatas sudah dapat mengakomodasi studi kasus yang kita hadapi, tentunya dengan opsi yang sangat sederhana.

Gambar di atas menunjukan script yang dibuat dapat berjalan dengan baik.

Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba

 

sumber : sehitam-kopi.blogspot.com/2020/11/menambahkan-queue-otomatis-menggunakan.html