Tempat Menetap

Andai aku menjadi pohon beringin. Pasti tubuhku kuat, rambutku lebat, dan bisa meneduhkan orang lain,” katamu. Aku hanya bisa mendengar semua harapan dan keluh kesah yang kau ceritakan.

Saat itu, wajahmu terlihat pucat hampir senada dengan baju putih yang kau kenakan. Warna kulit kuning langsat dan cerah yang dulu kulihat, kini memudar perlahan. Tidak ada lagi binar ceria tatapan mata, tertutup air mata penanda kesedihan. Kau terpagu menatapku hingga lelah dan terduduk di pangkuan.

Ingin kubertanya, apa yang terjadi denganmu? Tapi aku tidak bisa berbuat apa pun, bahkan membelai rambut panjangmu pun aku tak mampu. Apalah aku yang hanya akan menjadi pendengar setiamu saja. Walaupun aku tidak mampu menyelesaikan dan memberikan saran jalan keluar untuk semua masalahmu. Akan tetapi, aku pastikan akan tetap ada dan hadir saat kau butuh teman bercerita.

Kita sudah berkali-kali bertemu di taman ini. Semakin sering kita bertemu, semakin aku mengenalmu. Aku merasa, kau pun semakin mempercayakan semua rahasianmu padaku.

Sekali-kali kau datang membawa berita gembira.”Ada seorang pria yang sangat memperhatikanku. Beberapa hari ini, ia selalu ada saat kubutuh,” katamu. Saat itu, matamu berbinar dan senyummu merekah. Lesung pipi nampak dari wajah oval milikmu. Aku menyukaimu yang seperti ini. Semangatmu kala itu, mampu menghidupkan suasana antara kita.

Lain waktu, kau datang dengan penampilan lusuh. Kala itu malam sangat pekat, aku melihatmu berlari mendekatiku. “Aku mohon, malam ini biarkan aku di sini. Rasanya sangat lelah aku berlari dan berpindah.” Aku hanya terdiam. Kau segera berjalan ke belakangku. Bersandar damai, melepas kepenatan malam. Suara halus napasmu menemani malamku kali ini. Aku menikmatinya.

Bayangan tentang hari yang kita lalui bersama, hilang saat tubuh lunglaimu tergeletak tepat di pangkuanku. Sepertinya kau sangat kelelahan menahan rasa sakit yang mendera. Wajahmu semakin pucat. Bibir berwarna merah itu, kini memutih. Tidak lagi segar. Matamu pun memejam damai. Apakah kau akan bangun seperti biasanya?

Semakin lama, manusia mengerumuni tubuhmu. Beberapa di antara mereka memasang wajah panik. Blitz kamera tidak henti-hentinya menyorot ke arahmu. Sungguh, sesuatu yang sangat menyebalkan. Ingin rasanya aku mengusir mereka. Tapi sekali lagi, aku tidak bisa berbuat apa pun. Hanya menyaksikan rupa-rupa kelakuan manusia.

Tidak lama kemudian, mobil bersirine dan bertuliskan ambulan pun turut serta di taman kota ini. Aku hanya bisa terdiam dan membiarkan mereka membawa tubuhmu dengan menggunakan tandu. Saat itu, kubertanya pada diri sendiri, “Mungkinkah kamu akan datang kembali ke sini?”

“Hai! Sekarang, aku akan menetap di sini. Tidak akan berpindah lagi.” Tiba-tiba suara bernada ceriamu terdengar. Ada rasa bahagia. Akhirnya, akan ada yang menghuni ranting pohonku. Biarlah beringin ini menjadi rumah dan tempat menetapmu, bahkan setelah kau meninggal.

Retno Qren,

Tasikmalaya, 3/6/20

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
kamu tak pernah salah, begitupula aku, tapi aku tau siapa yang paling benar 😆
4 months ago
View on Instagram |
1/12
ada yang bisa diandalkan, tapi bukan kamu ...
4 months ago
View on Instagram |
2/12
waktu dibuatkan minuman pemusnah sakit tenggorokan dan batuk ini, pikiranku melayang ke awal Maret 2021, dimana aku dan keluarga di Jateng sempat terkena Long Covid kalau orang bilang, dan Ibu mengirimkan beberapa botol minuman racikan ini utk obat. tapi sungguh tdk disangka, setelah kami sembuh Ibu justru berpulang karena Covid di bulan Juli 2021. Allah lebih tau mana yang terbaik ...
2 years ago
View on Instagram |
3/12
setelah sekian purnama
2 years ago
View on Instagram |
4/12
halo selamat pagi, kita ketemu lagi
2 years ago
View on Instagram |
5/12
4 days New Workshop Grounded Total Marketing (GTM) Lead by Coach Dr. Fahmi Angkatan 2 Selasa - Jumat, 26 - 29 Oktober 2021 Alhamdulilah diberi kesempatan untuk mengikuti workshop GTM yang dibimbing langsung oleh ahlinya @coach.fahmi Insyaallah saya siap hadir dan siap menerima semua ilmu yang diberikan selama mengikuti kegiatan GTM. Mudah-mudahan dengan semua ilmu yang saya dapatkan nanti, dapat membantu saya untuk mengoptimalkan kinerja saya dalam perusahaan. Menuntut ilmu adalah sesuatu yang harus dilakukan apabila seseorang ingin terus berkembang dan bertumbuh, dan Insyaallah saya siap melakukannya. "Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus menahan perihnya kebodohan" Imam Asy Syafi'i #salamgrounded #groundedtotalmarketing #gtm #coachdrfahmi #menolakkalah #menolaklemah
3 years ago
View on Instagram |
6/12
seribu alasan kamu berharga
5 years ago
View on Instagram |
8/12
masih, rasa yang sama ... pahit dan asam
5 years ago
View on Instagram |
9/12
ball boy #bodiwebid #havingfun #ball #swim
5 years ago
View on Instagram |
10/12
ketika aku mengenalmu, dan kamu berlalu dalam bayang2 #bodiwebid #alunalunpurworejo
5 years ago
View on Instagram |
11/12

Artikel Menarik

Exit mobile version